1. PBT (Paper Based Test)

PBT adalah bentuk TOEFL yang paling konvensional yang menggunakan lembaran kertas berisi soal, petunjuk dan pilihan jawaban. Pengisiannya sendiri mengunakan pensil 2B, bukan bolpoin. Jenis PBT ini paling umum digunakan, termasuk di Indonesia. Materi yang digunakan pada PBT ini adalah seputar listening, structure dan reading.

2. CBT (Computer Based Test)

CBT adalah jenis tes TOEFL yang menggunakan komputer dalam pengerjaannya sehingga tidak perlu menggunakan kertas lagi seperti pada TOEFL jenis PBT. Pada CBT semua soal ditampilkan di layar menggunakan software interaktif. Materi yang diujikan adalah listening, structure, reading, dan writing.

3. IBT (Internet Based Test) 

Tes ini adalah bentuk terbaru yang menggunakan komputer dan internet sebagai medianya dan diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) sebagai lembaga yang memegang lisensi TOEFL yang berkedudukan di Amerika Serikat. Karena diadakan langsung oleh ETS, maka tes ini sifatnya internasional. Inilah sebabnya TOEFL IBT lebih dikenal dengan Official TOEFL ETS, karena penyelenggaraannya dilakukan oleh ETS sendiri, atau disebut juga sebagai NGT (Next Generation Toefl) karena telah penyelenggaraannya berbasis internet.

  • Materi tes yang diujikan adalah reading, listening, writing, dan speaking. Materi structure tidak hilang, tetapi melebur ke dalam 4 materi lainnya.
  • Soal yang diujikan tidak hanya independent test atau tes individual, tapi juga integrated test atau tes kombinasi.
  • Tes kombinasi berarti dalam satu soal ada lebih dari satu materi. Misalnya sebuah paragraf (reading) diikuti dengan penjelasan seseorang tentang paragraf tersebut (listening).
  • Lama waktu tes untuk dapat mengerjakan keseluruhan adalah 4 jam.
  • Karena diselenggarakan langsung oleh ETS, maka jadwal tesnya tidak bisa fleksibel. Biaya untuk satu kali tes pun cukup tinggi.
  • Sertifikatnya bersifat internasional, tidak hanya bisa digunakan di Indonesia saja melainkan juga bisa digunakan untuk apply beasiswa maupun melamar pekerjaan di luar negeri.

4.  ITP (Institutional Testing Program)

TOEFL ITP merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh institusi tertentu. Meski begitu, penyelenggaraan ITP tetap mendapatkan support langsung dari ETS terkait soal TOEFL yang akan diujikan. ITP ini hanya bersifat institusional sehingga hanya bisa digunakan di beberapa negara atau wilayah lokal dan tidak berlaku di seluruh dunia.

  • Biasanya institusi penyelenggaranya terdiri dari universitas dan lembaga kursus bahasa Inggris.
  • Karena tes diselenggarakan secara lokal, maka sertifikat yang dikeluarkan juga hanya berlaku lokal, yang hanya bisa digunakan untuk apply studi atau beasiswa dan melamar pekerjaan di dalam negeri saja.
  • Materi yang diujikan adalah listening, structure and written expression dan reading.
  • Jadwal tes yang lebih fleksibel jika dibandingkan dengan jadwal tes TOEFL IBT. Biaya untuk satu kali tes juga lebih terjangkau.

Nah, itulah beberapa jenis TOEFL yang perlu Anda ketahui sebelum mengikuti tesnya. Setelah mengetahui masing-masing tujuan diharapkan Anda dapat lebih mempersiapkan diri, mengingat belajar TOEFL juga ada triknya untuk memperoleh skor yang tinggi.

Untuk mendapatkan skor TOEFL yang maksimal dan sesuai apa yang diharapkan, ada baiknya Anda mengikuti tes dan pelatihan TOEFL. Anda dapat mengikuti pelatihan TOEFL dengan free atau gratis biaya pada kami. Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan para peserta dalam mengikuti tes TOEFL.

Tipe soal dan materi yang kami berikan sangat mirip dengan aslinya. Dimentori oleh para tentor kami yang berpengetahuan luas dan ahli. Cara mengajarnya jauh lebih baik dari tempat les lain pada umumnya. Selain itu, jika ada masukan dari member yang dapat kami jangkau, kami laksanakan dengan mengangkat tema “dari kita untuk kita”. Segera hubungi kami :